16 May Production

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni & Budaya Universitas Muhammadiyah Palembang
memiliki 5 divisiSO DO U WANT TO KNOW MORE ABOUT US?

Press the Button if you want to know more about
"Dance Division"

Press the Button if you want to know more about
"Vocal Division"

Press the Button if you want to know more about
"Shastra Division"

Press the Button if you want to know more about
"Visual Division"

Press the Button if you want to know more about
" Music Division"
Batas waktu pendaftaran ditutup
let's join us know!
Tari

Divisi Tari dalam UKM Seni & Budaya Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan pusat ekspresi tubuh dan jiwa yang menyatu dalam gerak, di mana mahasiswa diajak menyelami filosofi tari yang lahir dari nilai-nilai budaya lokal serta mengembangkan teknik koreografi yang memadukan estetika, emosi, dan narasi. Tidak hanya mempelajari tarian tradisional seperti Gending Sriwijaya dan Tanggai, divisi ini juga mendorong penciptaan karya kontemporer yang relevan dengan isu-isu identitas, keberagaman, dan perubahan sosial. Kegiatan rutin meliputi latihan teknik dasar, eksplorasi gerak kreatif, pembacaan makna budaya, serta workshop bersama koordinator koreografer untuk memperluas wawasan artistik. Pementasan menjadi momen puncak yang menampilkan karya dalam event kampus, festival budaya, lomba, dan kolaborasi lintas universitas. Selain itu, divisi ini aktif dalam riset gerak, dokumentasi tari, dan pengembangan kurikulum pelatihan berkelanjutan, menjadikannya ruang pembentukan karakter, kepemimpinan kreatif, dan advokasi budaya melalui tubuh yang berbicara.
Koor Tari : "Tentu divisi tari yang terbaik, tanpa tari seni tidak ada maknanya tanpa gerakan kami seni tidak akan indah".
Vocal

Divisi Vocal dalam UKM Seni & Budaya Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan wadah pengembangan kemampuan bernyanyi secara teknis dan emosional. Mahasiswa yang tergabung di dalamnya dilatih untuk memahami dasar-dasar vokal seperti teknik pernapasan, pengaturan nada, artikulasi, dan penguasaan dinamika suara. Lebih dari itu, mereka juga diajak untuk menghayati makna lirik dan menyampaikan pesan lagu dengan penuh rasa, sehingga nyanyian menjadi media ekspresi yang autentik dan menyentuh. Repertoar lagu yang dipelajari mencakup berbagai genre, mulai dari lagu daerah dan religi hingga pop dan balada, yang dipilih sesuai dengan nilai-nilai budaya dan semangat mahasiswa. Kegiatan rutin divisi ini meliputi latihan vokal individu dan kelompok, kelas interpretasi lagu, serta sesi evaluasi performa untuk meningkatkan kualitas teknik dan ekspresi. Divisi Vocal juga aktif mengikuti berbagai ajang lomba vokal, tampil dalam acara kampus, dan mengembangkan metode pelatihan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang disiplin namun tetap hangat, divisi ini menjadi ruang pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan kepekaan artistik melalui kekuatan suara yang hidup dan bermakna.
Koor Vocal : "Divisi kami jauh lebih keren tanpa suara kami seni tidak akan didengar".
Sastra

Divisi Sastra dalam UKM Seni & Budaya Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan ruang kreatif yang merangkul kekuatan kata, narasi, dan panggung. Divisi ini mnghadirkan beberapa program seperti puisi, cerpen, naskah drama, dan teater, dll, yang masing-masing menjadi medium refleksi, ekspresi, dan transformasi sosial. Mahasiswa diajak untuk menulis dan membaca puisi sebagai bentuk kepekaan rasa, menciptakan cerpen yang menggambarkan dinamika kehidupan, menyusun naskah drama yang menghidupkan konflik dan karakter, serta mengolah teater sebagai seni pertunjukan yang menyatukan sastra, gerak, dan suara. Kegiatan rutin meliputi kelas menulis kreatif, diskusi karya, latihan teater, dan pementasan naskah orisinal. Divisi ini juga aktif dalam produksi antologi, lomba sastra, dan festival teater kampus. Dengan semangat literasi dan keberanian berekspresi, Divisi Sastra menjadi ruang tumbuhnya pemikir dan seniman muda yang mampu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui kekuatan narasi dan panggung.
Koor Sastra : "Tanpa divisi sastra seni tidak ada artinya seni hanyalah ruang kehampaan".